Pangkalpinang – Senin, 17 November 2025 Bertempat di ruang Vicon Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan dan OPD-OPD Terkait menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pada Rakor mingguan ini menghasilkan beberapa poin penting dan penekanan kebijakan bagi pemerintah daerah, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa inflasi Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86% (yoy), angka tertinggi sepanjang tahun 2025 dan daerah diminta waspada terhadap tekanan harga.
Kemendagri memberikan apresiasi kepada beberapa provinsi yang berhasil mengendalikan inflasi, seperti Sumatera Utara yang menurunkannya dari 5,32% menjadi 4,97%, serta Lampung, Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara yang mencatat inflasi rendah atau deflasi.
Kenaikan harga komoditas seperti cabai dan bawang merah akibat faktor cuaca menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah diinstruksikan untuk melakukan intervensi cepat dan memperkuat pengendalian harga pangan.
Wamendagri mengingatkan agar tindak lanjut instruksi pusat dapat diimplementasikan, yaitu langkah konkrit pengendalian inflasi secara konsisten, antara lain:
- Melakukan pemantauan harga dan stok.
- Melaksanakan rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah.
- Menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting.
- Mencanangkan gerakan tanam komoditas pangan.
- Melaksanakan operasi pasar murah.
- Melakukan sidak pasar dan distributor.
- Menjalin kerja sama antar daerah.
- Memanfaatkan Belanja Tak Terduga (BTT) dan
- Dukungan transportasi dari APBD.
Rapat ini juga dirangkaikan dengan pembahasan percepatan realisasi APBD tahun anggaran 2025, mengingat tahun anggaran akan segera berakhir. Percepatan ini dinilai penting untuk mendukung stabilitas ekonomi daerah.
Dalam rakor ini juga membahas peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah serta evaluasi dukungan Program Tiga Juta Rumah Rakor ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang berbasis data serta langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di daerah.
Sumber: Biro Ekbang
Penulis: Darsi
Editor: Yogi Cahyo Ginanjar
Fotografer: Darsi
