Jatinangor, Jawa Barat — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpartisipasi aktif dalam Iqtishaduna International Conference (IIC) 2025, sebuah forum ilmiah internasional yang diselenggarakan selama dua hari, 26–27 November 2025, di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Konferensi ini mengusung tema “Rising Together in Uncertain Times: Agile Strategies for Inclusive & Resilient ASEAN Economy” dan diikuti oleh akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara di kawasan ASEAN dan dunia.
Pada konferensi internasional tersebut, dua perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Ahmad Yani (Universitas Pertiba) dan Yogi Cahyo Ginanjar (Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), tampil sebagai presenter dengan membawakan makalah berjudul “The Blue–Halal–Regional Nexus: A Model for Sustainable Archipelagic Development in the Bangka Belitung Islands.”
Makalah ini menekankan pentingnya integrasi ekonomi biru (blue economy) dan ekonomi halal sebagai model pembangunan wilayah kepulauan yang berkelanjutan. Model yang dipaparkan menggarisbawahi sinergi sektor kelautan, pariwisata bahari, UMKM halal, serta penguatan kebijakan regional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan ramah lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hari Pertama: Pembukaan dan Panel Internasional
Hari pertama pelaksanaan IIC 2025 berlangsung pada Rabu (26/11/2025) di Ballroom Nusantara Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor. Acara dibuka secara resmi melalui rangkaian pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan pimpinan fakultas, serta pembukaan oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Keynote speech disampaikan oleh perwakilan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Assoc. Prof. Dr. Mohamad Soleh Nurzaman, Ph.D., yang menekankan pentingnya transformasi ekonomi syariah adaptif di tengah ketidakpastian global. Kegiatan dilanjutkan dengan panel seminar internasional yang menghadirkan narasumber dari Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Inggris, Vietnam, Turki, Arab Saudi, dan Indonesia.
Sesi panel internasional menghadirkan pembicara dari berbagai negara, antara lain:
- Asst. Prof. Dr. Tawat Noipom (Thailand),
- Dr. Muhammad Zaki bin Haji Zaini (Brunei Darussalam),
- Prof. Madya Dr. Mualimin M. Sahid (Malaysia),
- Mohamad Ichsana Nur (Inggris),
- Nguyen Thi Manh Thu (Vietnam),
- Prof. Dr. Murat Yulek (Turki),
- Samah Alsaodun (Arab Saudi),
- Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, MM.,
- Drs. H. Cucu Sutara, MM.
Hari Kedua: Presentasi Paper dan Studium Generale Internasional
Hari kedua, Kamis (27/11/2025), dipusatkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan diisi dengan sesi paralel presentasi paper internasional di 9 ruang, yang menjadi wadah diseminasi hasil riset di bidang ekonomi Islam, manajemen, bisnis, akuntansi, dan industri halal.
Sesi puncak hari kedua diisi dengan International Studium Generale oleh Dr. Indra Gunawan, anggota Dewan Eksekutif BPKH sekaligus dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, penyerahan penghargaan, dan penutupan resmi oleh panitia.
Komitmen Daerah dalam Diplomasi Akademik Internasional
Keikutsertaan Ahmad Yani dan Yogi Cahyo Ginanjar sebagai presenter mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendukung diplomasi akademik internasional, sekaligus memperkenalkan arah kebijakan pembangunan daerah berbasis kemaritiman dan ekonomi syariah kepada dunia global.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi strategis lintas negara yang mampu memperkuat pengembangan ekonomi halal dan ekonomi biru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat internasional.
