




Jakarta, 11 Desember 2025 – Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Dewan Pengurus Pusat Ikatan Nasional Analis Kebijakan (INAKI) menyelenggarakan Pertemuan Nasional Welcoming Member INAKI yang berlangsung di Gedung Wicaksana, Kampus PPLPN LAN, Pejompongan, Jakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta luring dan lebih dari 1.000 peserta secara daring, serta dihadiri para Analis Kebijakan Ahli Utama (AKU) dari berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah memperkuat kualitas, profesionalisme, dan soliditas Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK), sekaligus meningkatkan sinergi antara LAN sebagai instansi pembina, INAKI sebagai organisasi profesi, dan para AKU sebagai pelaksana strategis di lapangan.
Konsolidasi Strategis Analis Kebijakan Ahli Utama
Dalam Parallel Session 1, seluruh Analis Kebijakan Ahli Utama berkumpul untuk melakukan konsolidasi perdana yang dipimpin perwakilan LAN dan pengurus INAKI.
Dalam arahannya, Bapak Yogi Suwarno, mewakili Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara, menekankan bahwa:
- JFAK, khususnya Analis Kebijakan Utama, memiliki mandat strategis sebagai role model, penggerak ekosistem kebijakan, dan sumber keteladanan profesional.
- Tantangan terbesar saat ini adalah tingginya jumlah JFAK hasil penyetaraan yang belum seluruhnya memahami tugas dan kompetensi inti sebagai analis kebijakan.
- Organisasi profesi INAKI tidak boleh ditinggalkan, karena menjadi ruang penting untuk pembinaan, konsolidasi, dan penguatan jabatan fungsional secara nasional.
Beliau juga menegaskan bahwa suara Analis Kebijakan Utama harus hadir dalam berbagai isu prioritas pemerintah, termasuk investasi, deregulasi, pengentasan kemiskinan, dan agenda nasional lainnya.
Diskusi Mendalam Para Pakar Kebijakan
Sejumlah pemateri utama memberikan paparan strategis, di antaranya:
1. Dr. Agus Sudrajat – Deputi Kajian dan Inovasi Manajemen ASN LAN RI
Menjelaskan perlunya penguatan peran AKU dalam pembinaan nasional, pemetaan kepakaran, serta pembentukan expert pool untuk mendukung tugas-tugas strategis pemerintah.
2. Dr. Bima Haria Wibisana, MSIS., PhD – Wakil Ketua Umum II INAKI
Dalam paparannya yang sangat komprehensif, beliau memaparkan transformasi birokrasi, kebutuhan networking organization, dan tiga peran utama AKU:
- Superspesialis/Konsultan Kebijakan
- Great Advisor yang memberi nasihat strategis bagi pimpinan
- Penggerak Evidence-Based Policy dengan kedalaman filosofi, logika, dan metodologi kebijakan
Beliau menegaskan pentingnya keberanian Analis Kebijakan dalam memberikan rekomendasi berbasis bukti, bukan sekadar wishful thinking.
3. Dr. Hendarman, M.Sc., Ph.D – Ketua Bidang Standardisasi, INAKI
Menyoroti posisi strategis AKU dalam memengaruhi pengambil keputusan, pentingnya sensitivitas sosial, dan perlunya komunikasi kebijakan yang kuat agar pemikiran para analis terdengar dan digunakan secara nyata.
Berbagi Praktik Baik dari Berbagai K/L/D
Para peserta dari berbagai kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah turut menyampaikan pandangan, antara lain:
- Penguatan forum internal Analis Kebijakan di Kemenhub, Kemenkes, Kemenpora, BRIN, dan Pemda.
- Perlunya SKP dan tata kelola kinerja yang lebih mencerminkan peran strategis AKU.
- Tantangan JFAK di daerah, termasuk kebutuhan pembinaan berkelanjutan serta peran INAKI dalam memberikan guidance dan best practice.
- Perlunya kolaborasi LAN–INAKI dalam advokasi kebijakan nasional dan pembentukan expert pool lintas sektor.
Diskusi menunjukkan kesadaran kolektif bahwa AKU harus menjadi motor penggerak, bukan sekadar pelaksana administratif.
Welcoming Member & Penguatan Organisasi INAKI
Pada Panel Session, Ketua Umum INAKI Drs. Imam Gunarto, M.Hum memberikan welcoming speech dan menyampaikan visi penguatan organisasi profesi, termasuk:
- Pembentukan 8 kelompok keahlian (kompetensi),
- Penguatan komisi wilayah/daerah,
- Keterlibatan aktif AKU sebagai pembina jenjang Madya–Muda–Pertama,
- Pentingnya partisipasi anggota baru dalam kegiatan penguatan kapasitas.
LAN kemudian memberikan arahan resmi tentang masa depan pembinaan JFAK, termasuk dukungan fasilitas, penyusunan roadmap pengembangan kompetensi, dan mekanisme penyampaian rekomendasi kebijakan melalui saluran formal.
Keynote Speech & Peneguhan Budaya Profesi
Keynote Speech disampaikan oleh:
- Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ.
- Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS., PhD
Keduanya menekankan pentingnya kompetensi, integritas, dan budaya kerja profesional dalam membangun ekosistem kebijakan modern.
Para narasumber menegaskan bahwa:
“Analis Kebijakan adalah penjaga kualitas kebijakan publik. Tanpa kompetensi dan keberanian menyuarakan kebenaran kebijakan, negara kehilangan fondasi pengambilan keputusan yang sehat.”
Penutupan
Acara diakhiri oleh Ketua Umum INAKI Drs. Imam Gunarto, M.Hum, yang menegaskan bahwa seluruh masukan dan hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi INAKI dan disampaikan kepada LAN sebagai dasar penguatan kebijakan pembinaan JFAK di tahun mendatang.
Kesimpulan
Pertemuan Nasional “Welcoming Member INAKI” tahun 2025 menjadi momentum penting bagi profesi Analis Kebijakan Indonesia. Kegiatan ini:
- Mengonsolidasikan seluruh AKU secara nasional,
- Memperkuat INAKI sebagai organisasi profesi strategis,
- Mempertegas peran AKU dalam agenda prioritas pemerintahan,
- Menghasilkan berbagai rekomendasi nyata bagi penguatan kualitas kebijakan nasional.
Melalui kolaborasi LAN, INAKI, dan seluruh jenjang JFAK, diharapkan lahir ekosistem kebijakan yang lebih tangguh, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.
Sumber: Biro Ekbang
Penulis: Yogi Cahyo Ginanjar
