Pangkalpinang, 1 Desember 2025 – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Pemetaan Produk Unggulan Daerah (PUD) dalam rangka penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (RIPJ-PID) Tahun 2025–2029, bertempat di Ruang Video Conference (Vicon) Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (1/12/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya dalam penyusunan rencana induk dan peta jalan pemajuan iptek di daerah. Rapat diikuti oleh sejumlah perangkat daerah strategis, termasuk di antaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam rapat tersebut, Biro Ekbang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Yogi Cahyo Ginanjar, S.T., M.Si., Ketua Tim Pemantauan dan Evaluasi Ekonomi Makro dan Mikro. Yogi secara aktif memberikan masukan strategis terhadap peta konseptual pengembangan PUD yang dipaparkan melalui media visual papan kerja (whiteboard), yang memuat keterkaitan antara TPID, ekosistem ekonomi hijau, blue economy, desa wisata, UMKM, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga penguatan sektor perbankan dan BUMD.
Yogi menekankan pentingnya sinkronisasi antara arah kebijakan ekonomi daerah dengan dokumen RIPJ-PID, khususnya dalam pemilihan produk unggulan yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengembangan produk unggulan tidak hanya harus berbasis potensi sumber daya, tetapi juga harus memperhatikan rantai pasok, ekosistem pembiayaan, keberlanjutan lingkungan, serta keterkaitan dengan program nasional seperti SDGs, green economy, dan blue economy.
“PUD harus benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Karena itu, pemetaannya perlu terintegrasi dengan pengendalian inflasi, penguatan UMKM, desa wisata, serta adaptasi terhadap isu perubahan iklim agar pembangunan ekonomi kita berkelanjutan,” ujar Yogi dalam forum diskusi.
Sementara itu, materi yang disampaikan Bappeda menegaskan bahwa penyusunan RIPJ-PID 2025–2029 akan diarahkan untuk memperkuat arah kegiatan riset dan inovasi daerah, dengan fokus pada hilirisasi produk unggulan, peningkatan daya saing daerah, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat (pentahelix).
Melalui rapat ini, diharapkan seluruh perangkat daerah memiliki kesamaan perspektif dalam menetapkan produk unggulan daerah yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan riset, inovasi, dan pembangunan ekonomi Bangka Belitung lima tahun ke depan.
